Lubabah Muta’abbidah adalah sosok wanita yang sangat tekun beribadah. Ketekunannya mencapai titik di mana ibadah telah menjadi zona nyaman yang membuatnya merasa rileks dan nyaman.
Lubabah lahir dan tinggal di area Baitul Maqdis Palestina. Muhammad ibn Rauh Al-Kindi suatu kali mendengar Lubabah berkata: “Aku sungguh malu kalau Dia (Allah) melihatku sibuk dengan selain-Nya.” Perkataan ini menunjukkan ubudiyah Lubabah bukan atas dasar kewajiban, tetapi pengenalan akan keagungan Allah Swt. sehingga ibadah yang dilakukan tidak hanya atas dasar kewajiban melainkan penghambaan yang penuh kesadaran.
Kecintaan Lubabah ber’ubudiyah kepada Allah juga tergambar jelas dalam salah satu kalamnya, “Aku senantiasa bersungguh-sungguh dalam ibadah hingga aku merasa beristirahat dalam menunaikannya. Tatkala aku terlalu lelah berhadapan dengan makhluk, Allah menghiburku dengan berzikir kepada-Nya. Kala aku letih berbicara dengan mereka, aku beristirahat dengan menyendiri beribadah dan berkhidmah kepada-Nya.
Sayyidah Lubabah sangat memahami menjadi hamba radhiyah mardhiyah adalah tujuan tertinggi. Suatu kali, seseorang datang kepadanya untuk berkonsultasi. “Aku bermaksud untuk menunaikan ibadah umrah. Munajat apa yang sebaiknya aku panjatkan wahai Sayyidah?”
Sayyidah Lubabah menjawab “Mintalah agar Allah meridhaimu dan menempatkanmu pada kedudukan orang-orang yang ridha kepada-Nya serta menyebut-nyebutmu di majelis para wali-Nya.


