Berbuka adalah satu di antara dua kebahagiaan orang yang berpuasa. Rasulullah ﷺ bersabda:
لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ حِينَ يُفْطِرُ وَفَرْحَةٌ حِينَ يَلْقَى رَبَّهُ
Ada dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa; kebahagiaan saat berbuka dan kebahagiaan saat bertemu dengan Rabb-nya (HR. Tirmidzi no. 766).
Dalam ibadah puasa, setiap hamba menemukan keagungan nikmat Allah dalam hal-hal terkecil, seperti dalam seteguk air setelah menahan diri dari minum seharian. Kebahagiaan menyadari nikmat Allah inilah yang hadir ketika berbuka.
Selain kebahagiaan di atas, waktu berbuka adalah salah satu waktu terbaik untuk berdoa. Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa doa orang yang berpuasa hingga waktu berbuka tidak akan tertolak. Rasulullah ﷺ bersabda:
ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
Tiga golongan yang tidak akan tertolak doanya; imam yang adil, orang yang berpuasa hingga berbuka, dan doa orang yang dizalimi (HR. Ibnu Majah no. 1752).
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ
Sungguh bagi orang yang berpuasa itu ada doa yang tidak tertolak saat dia berbuka (HR. Ibnu Majah no. 1753).
Berangkat dari keutamaan waktu berbuka ini, ada banyak doa berbuka yang diriwayatkan dari Rasulullah ﷺ maupun para ulama. Berikut ini empat doa berbuka puasa beserta dalil dan keterangannya:
1. Doa Rasulullah ﷺ Riwayat Tabiin Mu’adz bin Zuhrah
Tabiin Mu’adz bin Zuhrah menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ berdoa seperti ini ketika berbuka puasa:
اللَّهُـمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rizki-Mu aku berbuka (HR. Abu Dawud no. 2358).
Ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa hadis ini lemah. Namun, sebagian yang lain berpendapat bahwa, sekalipun lemah, hadis ini memiliki riwayat eksternal yang menguatkannya, sehingga boleh untuk diamalkan.
Dalam kitab Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab, Imam Nawawi berpendapat bahwa membaca doa di atas ketika berbuka puasa hukumnya dianjurkan (mustahab), sebagaimana riwayat lain yang datang dari Sahabat Abu Hurairah ra.
2. Doa Rasulullah Riwayat Sahabat Ibnu Umar ra.
Sahabat Ibnu Umar ra. mengatakan bahwa doa inilah yang dibaca oleh Rasulullah ﷺ ketika berbuka puasa:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّه
Telah hilang rasa haus, dan telah basah urat-urat, serta pahala akan tetap, insyaAllah (HR. Abu Dawud no. 2357; Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani menilai hadis ini hasan).
3. Doa Sahabat Abdullah bin Amr bin Ash ra.
اللَّهُـمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَىْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, agar Engkau mengampuniku (HR. Ibnu Majah no. 1753, Imam Ibnu Mulaqqin menilai hadis ini shahih).
Sahabat Abdullah bin Amr ra. meriwayatkan dari Rasulullah ﷺ bahwa doa orang puasa saat berbuka tidak tertolak. Dan muridnya, Ibnu Abi Mulaikah mendengar Abdullah bin Amr membaca doa di atas saat ia berbuka.
4. Doa Habib Muhammad Al-Haddar
اَلْحَمْدُلِلّٰهِ اَللّٰهُـمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ وَسَلِّمْ, اَللّٰهُـمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلٰى رِزْقِكَ اَفْطَرْتُ, وَبِكَ آمَنْتُ , وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ, وَرَحْمَتَكَ رَجَوْتُ, وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ, ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ الْاَجْرُ إِنْ شآءَ اللّٰهُ تَعَالٰى, يَا وَاسِعَ الْفَضْلِ اِغْفِرْلِيْ , اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ اَعَانِيْ فَصُمْتُ وَرَزَقَنِيْ فَاَفْطَرْتُ اَللّٰهُـمَّ إِنِّيْ اَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِيْ وَسِعَتْ كُلُّ شَيْئٍ أَنْ تَغْفِرَ لِيْ
سُبْحَانَكَ اَللّٰهُـمَّ وَبِحَمْدِكَ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ, اَللّٰهُـمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا يَا كَرِيْمُ, اَللّٰهُـمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
اَللّٰهُـمَّ يَا عَظِيْمُ يَا عَظِيْمُ أَنْتَ إِلٰهِيْ لَا اِلٰهَ غَيْرُكَ اِغْفِرِ الذَّنْبَ الْعَظِيْمَ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذَّنْبَ الْعَظِيْمَ اِلَّا الْعَظِيْمُ
اَللّٰهُـمَّ اغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَارْضَ عَنَّا وَتَقَبَّلْ مِنَّا وَاَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ وَنَجِّنَا مِنَ النَّارِ وَاصْلِحْ لَنَا شَأْنَنَا كُلَّهُ وَصَلّٰى اللّٰهُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
فِيْ كُلِّ حِيْنٍ اَبَدًا عَدَدَ نِعَمِ اللّٰهِ وَاِفْضَالِهِ
اَللّٰهُـمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِيْ الْاَمْرِ وَأَسْأَلُكَ عَزِيْمَةَ الرُّشْدِ وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ وَحُسْنَ عِبَادَتِكَ وَأَسْأَلُكَ لِسَانًا صَادِقًا وَقَلْبًا سَلِيْمًا وَاَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ وَأَسْأَلُكَ مِنْ
خَيْرِ مَا تَعْلَمُ وَاَسْتَغْفِرُكَ مِمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ اَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوْبِ وَصَلّٰى اللّٰهُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
فِيْ كُلِّ حِيْنٍ اَبَدًا عَدَدَ نِعَمِ اللّٰهِ وَاِفْضَالِهِ
Segala puji milik Allah. Ya Allah, berilah rahmat dan keselamatan kepada Tuan kami Muhammad dan keluarga serta shahabat-Nya. Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, dan dengan rizki-Mu aku berbuka puasa dan kepada-Mu aku beriman, dan kepada-Mu pula aku berpasrah diri dan kepada rahmat-Mu aku mengharap dan kepada-Mu aku kembali, telah hilang dahaga, tenggorokan telah basah dan pahala ditetapkan jika Allah yang Maha Luhur berkehendak.
Wahai Zat yang Maha Luas karunia-Nya ampunilah aku, segala puji milik Allah Zat yang telah menolongku lalu aku mampu berpuasa dan Zat yang telah memberiku rizki lalu aku bisa berbuka puasa dengan nikmat.
Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu—dengan rahmat-Mu yang dengannya segalanya bisa menjadi luas—untuk mengampuniku. Maha suci Engkau ya Allah dengan memuji-Mu wahai Tuhan kami terimalah ibadah kami karena sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.
Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Pemurah yang mencintai tindakan pengampunan maka ampunilah kami wahai Zat yang Maha Pemurah.
Ya Allah, berilah rahmat dan keselamatan kepada Tuan kami Muhammad dan keluarganya serta sahabatnya. Ya Allah Zat yang Besar, Zat yang Besar, Engkau adalah Tuhan kami. Tiada Tuhan melainkan Engkau. Ampunilah dosa besar kami, karena sesungguhnya tidak ada yang mampu mengampuni dosa besar kecuali Zat yang Maha Besar.
Ya Allah, ampunilah dosa kami, kasihanilah kami, berilah keridhaan-Mu kepada kami dan terimalah ibadah kami dan masukkan kami ke dalam surga-Mu dan selamatkan kami dari jilatan api neraka, perbaikilah semua keadaan kami, semoga Allah memberi rahmat dan keselamatan kepada Tuan kami Muhammad dan keluarga serta sahabatnya. Rahmat dan keselamatan itu sejumlah nikmat-nikmat Allah dan sejumlah karunia karunia Allah.
Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kemantapan dalam setiap urusan dan aku memohon kepada-Mu niat yang kuat untuk mendapatkan petunjuk-Mu dan aku memohon kepada-Mu untuk mampu mensyukuri nikmat-Mu dan kebaikan melakukan ibadah dan aku memohon kepada-Mu lisan yang mampu berkata jujur, hati yang bersih.
Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan sesuatu yang hanya Engkau yang tahu, dan aku memohon kepadamu dari kebaikan sesuatu yang hanya Engkau yang tahu dan aku mohon ampunan dari setiap sesuatu yang hanya Engkau yang tahu sesungguhnya Engkau adalah Zat yang Maha mengetahui setiap sesuatu yang gaib.
Semoga Allah memberikan rahmat dan keselamatan kepada Tuan kami Muhammad dan keluarga serta sahabatnya, dalam tiap keadaan selamanya. Rahmat dan keselamatan itu sejumlah nikmat-nikmat Allah dan sejumlah karunia karunia Allah.
Doa berbuka puasa ini disusun oleh Habib Muhammad Al-Haddar dari berbagai sumber. Alasan beliau menyusun doa ini karena Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa doanya orang yang berpuasa hingga waktu berbuka adalah doa yang tidak tertolak.
Saat ini, doa buka puasa susunan Habib Muhammad Al-Haddar biasa dibaca oleh para santri di Darul Musthafa yang terletak di Kota Tarim, Hadramaut, Yaman.


