13 Desember 2025 07:51

Sunnah Wewangian: Teladan Harum dari Rasulullah ﷺ

Cetak
Sunnah wewangian dari rasulullah

Wewangian adalah salah satu hal yang disukai oleh Rasulullah ﷺ. Beliau ﷺ bersabda:

حُبِّبَ إِلَىَّ النِّسَاءُ وَالطِّيبُ وَجُعِلَتْ قُرَّةُ عَيْنِي فِي الصَّلاَةِ

Aku dibuat mencintai perempuan dan wewangian, tetapi aku mendapatkan ketenangan dan kenyamanan di dalam shalat (HR. Nasa’i no. 3940).

Rasulullah ﷺ menyukai kebersihan dan wewangian. Beliau ﷺ adalah orang yang selalu wangi walaupun tidak memakai parfum. Aroma harum menguar dari tubuh Rasulullah ﷺ dan tertinggal di mana pun beliau ﷺ berlalu.

Sahabat Anas bin Malik ra. bercerita:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيه وَسَلَّم إِذَا مَرَّ فِي طَرِيقٍ مِنْ طُرُقِ الْمَدِينَةِ وَجَدُوا مِنْهُ رَائِحَةَ الطِّيبِ وَقَالُوا: مَرَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيه وَسَلَّم فِي هَذَا الطَّرِيقِ.

Jika Rasulullah melewati suatu jalan di Madinah, maka orang-orang akan mencium bau harum dan berkata: Rasulullah telah melewati tempat ini (HR. Bazzar no. 7060).

Usapan Rasulullah ﷺ pun meninggalkan bau harum pada setiap objek yang disentuhnya. Banyak sahabat yang bersaksi akan keharuman tangan beliau ﷺ.

Salah satunya adalah riwayat Sahabat Abu Juhaifah ra. Dia berkata, “Aku ikut dalam suatu rombongan musafir bersama Rasulullah ﷺ. Setelah beliau ﷺ shalat, orang-orang menyalami lalu mengusapkan tangan beliau ﷺ ke wajah mereka.”

Abu Juhaifah melanjutkan, “Saat aku menyalami dan mengusapkan tangan beliau ﷺ ke wajahku, aku dapat merasakan tangannya yang lebih sejuk dari salju dan lebih wangi dari minyak misik.”

Keringat Rasulullah ﷺ Lebih Wangi daripada Parfum

Rasulullah ﷺ adalah orang yang mulia dari berbagai aspek. Beliau ﷺ terkenal dengan teladan dan akhlak yang paling mulia di antara seluruh umat manusia. Selain itu, Rasulullah ﷺ memiliki paras yang menawan, badan paling bagus, proporsi fisik yang sangat ideal dan senantiasa wangi.

Aroma harum Rasulullah ﷺ murni berasal dari tubuh beliau ﷺ sendiri. Bahkan keringat Rasulullah ﷺ pun sangat harum. Banyak sahabat bersaksi bahwa keringat Rasulullah ﷺ adalah parfum terbaik yang pernah mereka cium baunya.

Pelayan Rasulullah ﷺ, Sahabat Anas bin Malik berkata:

وَلاَ شَمَمْتُ مِسْكًا قَطُّ وَلاَ عِطْرًا كَانَ أَطْيَبَ مِنْ عَرَقِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم

Aku tidak pernah mencium bau minyak harum atau parfum yang lebih baik dari keringat Rasulullah (HR. Tirmidzi no. 2015)

Ini menunjukkan bahwa wangi Rasulullah ﷺ sebenarnya tidak berasal dari parfum, tetapi murni dari keharuman tubuh beliau ﷺ yang suci lahir dan batin. Saking harumnya keringat Rasulullah ﷺ, beberapa sahabat sengaja mengumpulkan keringat beliau ﷺ di dalam sebuah wadah untuk dijadikan parfum setelahnya.

Sahabat Ummu Sulaim binti Milhan ra. adalah ibu dari Anas bin Malik. Suatu kali, Rasulullah ﷺ datang berkunjung ke rumah Ummu Sulaim. Beliau ﷺ kemudian tidur siang sejenak (qailulah) di sana hingga tubuh beliau ﷺ berkeringat.

Melihat hal tersebut, Ummu Sulaim segera mengambil wadah lalu menampung keringat Rasulullah ﷺ. Tak lama kemudian, Rasulullah ﷺ bangun dan bertanya kepadanya, “Wahai Ummu Sulaim, apa yang tengah kamu lakukan?”

Ummu Sulaim menjawab, “Kami sedang menampung keringatmu untuk kami jadikan parfum wahai Rasulullah. Sungguh ini adalah sebaik-baik wewangian.”

Berparfum Adalah Cinta Sunnah

Sahabath, meneladani Rasulullah ﷺ adalah salah satu cara menunjukkan cinta kita kepada beliau ﷺ. Memakai wewangian adalah sunnah yang Rasulullah ﷺ ajarkan untuk diikuti umatnya. Beliau ﷺ yang sudah memiliki aroma harum tanpa memakai parfum pun senantiasa menggunakan parfum dalam kesehariannya. Tentu kita lebih dianjurkan lagi untuk memakai parfum.

Maka dari itu, mari mulai niatkan dalam diri kita saat memakai wewangian untuk ittiba’, yaitu meneladani sunnah Rasulullah ﷺ. Dengan ini, berperfum pun menjadi ibadah.

Jangan lupa untuk melakukannya sesuai anjuran. Khusus bagi perempuan, Rasulullah ﷺ menyarankan untuk menggunakan wewangian yang wanginya lembut dan tidak berlebihan, agar selamat dari fitnah.

Sebagai catatan, kaum perempuan tidak dilarang untuk memakai wewangian. Sunnah ini berlaku untuk semuanya. Jangan sampai karena takut terkena fitnah, para muslimah memutuskan untuk tidak memakai wewangian, lalu aroma badannya mengganggu orang-orang di sekitarnya. Mari bersikap bijaksana dan tidak berlebihan. Semoga Allah membimbing kita semua. Aamiin.

Allahu a’lam.

Share

Sign Up Newsletter

Dapatkan informasi, berita dan konten terbaru RNH hanya untuk Sahabth, di sini

Terkait

Join our newsletter and get 20% discount
Promotion nulla vitae elit libero a pharetra augue