Berdoa adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan. Isyarat memperbanyak berdoa di bulan ini Allah sampaikan langsung melalui firman-Nya:
وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ
Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran (QS. Al-Baqarah [2]: 186).
Ayat tentang berdoa ini berada di antara ayat-ayat puasa dari 183-187, sehingga mengisyaratkan pentingnya posisi berdoa di bulan Ramadhan sebagai ibadah utama.
Di bulan Ramadhan, hampir semua umat Islam tergerak hatinya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Kita mengusahakan berbagai upaya ber-taqarrub seperti memperbanyak ibadah sunnah, bersedekah, hingga berdoa.
Kepada hamba yang berdoa Allah berkata, “Aku selalu dekat, Aku akan mengabulkan semua doa (QS. Al-Baqarah [2]: 186).”
Di bulan Ramadhan, Rasulullah ﷺ memberitahu waktu-waktu khusus yang agar doa-doa kita lebih mustajab. Berikut ini empat waktu spesial untuk berdoa tersebut:
1. Awal Bulan Ramadhan
Awal Ramadhan dimulai saat terlihatnya hilal di ufuk. Hilal ini menandakan berakhirnya bulan Sya’ban dan masuknya bulan Ramadhan. Saat memasuki bulan Ramadhan, Rasulullah ﷺ mengajarkan umatnya untuk berdoa dengan doa berikut:
اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَالإِسْلاَمِ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ
Ya Allah, perjalankanlah bulan ini kepada kami dengan penuh kebajikan, iman, selamat dan Islam. Rabb-ku dan Rabb-mu (bulan) adalah Allah (HR. Tirmidzi no. 3451).
2. Malam-malam di Bulan Ramadhan
Menghidupkan malam Ramadhan adalah sunnah. Rasulullah ﷺ memperbanyak ibadah di malam Ramadhan salah satunya dengan berdoa.
Sayyidah Aisyah ra. suatu kali bertanya kepada Rasulullah ﷺ, “Wahai Rasulullah, jika aku mendapati suatu malam sebagai malam Lailatul Qadar, maka doa apa yang dapat aku panjatkan?”
Rasulullah ﷺ kemudian menjawab:
قُولِي اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Katakanlah, “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Pemurah, Engkau suka memberi maaf, maka maafkanlah aku.” (HR. Tirmidzi no. 3513).
Sebagian dari kita mungkin tidak mengetahui kapan datangnya Lailatul Qadar, oleh karena itu, kita dapat membaca doa ini setiap malam di bulan Ramadhan. Jika Allah berkehendak, kita boleh jadi berjumpa dengan Lailatul Qadar saat berdoa dan meraih keutamaannya.
3. Waktu Sahur
Waktu sahur adalah waktu yang sangat istimewa. Durasinya memang tidak panjang tetapi fadilahnya luar biasa. Rasulullah ﷺ dan para sahabat menaruh perhatian besar kepada waktu sahur.
Rasulullah ﷺ memerintahkan agar Sahabat Bilal bin Rabah ra. mengumandangkan azan pertama sebelum masuknya waktu Subuh agar orang-orang tidak melewatkan waktu sahur. Beliau ﷺ juga menganjurkan kita memperbanyak istighfar di waktu sahur.
Al-Qur’an menggambarkan bahwa di antara ciri-ciri orang bertakwa, yang mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari perhiasan dunia, adalah orang-orang yang banyak beristighfar di waktu sahur (QS. Ali Imran [3]: 17 & Az-Zariyat [51]: 18).
Al-Qur’an mengajarkan doa memohon ampunan yang dapat dibaca di waktu sahur, yaitu:
رَبَّنَآ اِنَّنَآ اٰمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِۚ
Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami benar-benar telah beriman. Maka, ampunilah dosa-dosa kami dan selamatkanlah kami dari azab neraka (QS. Ali Imran [13]: 16).
Selain doa di atas, kita juga bisa beristighfar dengan lafaz yang biasanya, seperti astaghfirullahal ’azhim.
4. Waktu Berbuka
Doa orang yang berpuasa adalah salah satu doa yang tidak tertolak. Puncak dari waktu paling mustajab bagi orang yang berpuasa adalah saat berbuka. Rasulullah ﷺ bersabda:
وَلِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ حِينَ يُفْطِرُ وَفَرْحَةٌ حِينَ يَلْقَى رَبَّهُ
Ada dua kegembiraan bagi orang yang berpuasa, kegembiraan saat berbuka, dan kegembiraan saat bertemu dengan Tuhan-Nya (HR. Bukhari no. 7492).
Kegembiraan ini tidak hanya disebabkan oleh telah sempurnanya puasa yang dilakukan hamba sejak fajar hingga matahari tenggelam, tetapi juga masuknya waktu mustajabnya doa.
Rasulullah ﷺ mengajarkan doa yang dapat dibaca saat berbuka:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Telah hilang dahaga, dan telah basah kerongkongan, dan telah ditetapkan pahalanya dengan izin Allah (HR. Abu Dawud no. 2357).
Selain itu, ada juga ragam doa berbuka puasa lainnya yang diriwayatkan oleh sahabat dan para ulama. Ramadhan adalah waktu untuk beribadah paling spesial yang Allah karuniakan kepada kita dalam setahun. Oleh karena itu, jangan sampai kita melewatkan Ramadhan dengan sia-sia dan merugi nantinya.
Tanya Jawab Seputar Ramadhan
Waktu paling mustajab adalah saat sahur (sepertiga malam terakhir), saat sedang berpuasa, saat menjelang berbuka puasa, dan pada malam Lailatul Qadar.
Berdasarkan hadis riwayat Tirmidzi, doanya adalah: Allahumma ahlilhu ‘alaina bil yumni wal imani was salamati wal islami rabbi wa rabbukallah.
Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa doa orang yang berbuka puasa adalah salah satu doa yang tidak tertolak, karena itu adalah momen kegembiraan hamba yang telah menyelesaikan ibadahnya.


