Guruku…
Kau laksana telaga kala dahaga menghampiriku…
Kau laksana rembulan di malam-malam pekatku…
Kau laksana mentari pagi yang menghangatkan tubuhku…
Guruku…
Ingin kuberteduh di pejam matamu di saat lisanmu melantunkan doa…
Air matamu yang begitu jernih seakan mengguyur dosa-dosaku hingga sirna…
Guruku…
Marahmu adalah cambuk tuk aku lebih perbaiki diri…
Senyummu adalah ridho yang musti kuraih…
Tatapanmu seakan menembus sampai ke hati…
Diammu penuh teka teki yang menuntut aku bertanya pada sanubari…
Guruku…
Seribu hari perjalanan tanpamu, aku terlunta-lunta dalam sesat …
Namun, sedetik membersamaimu bagaikan seabad yang tak terasa penat…
Guruku…
Bersamamu kutemukan makna hidup yang mengarahkanku mengenal Sang Esa…
Bersamamu kumengerti Sang Pencinta yang menggores relung dada…
Guruku…
Kupersembahkan doa yang kupanjatkan di setiap sujud akhir ku. Aamiin

