Noktah Cintaku Tak Seluas Cintamu, Abatiy

Oleh Latifah Binti Muhasyim

Jamaah Ribath Jakarta Selatan

Cetak
Kaligrafi indah nama Nabi Muhammad ﷺ dengan nuansa cahaya cinta dan rindu

Puji dan syukur hanya pantas untuk Allah Yang Mahamulia, pencipta makhluk yang paling mulia, Nabi  Muhammad ﷺ, sang idola para pencintanya. Satu-satunya makhluk yang  tidak akan pernah tamat ceritanya. Satu-satunya makhluk yang membuat para pencintanya ketagihan saat mendengar kisahnya, walaupun cerita itu diulang berkali-kali.  

Allahumma sholli ‘alaa Sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa aalihi washahbihi ajma’iin.

Sirah Nabi Muhammad ﷺ ini kutulis semampu yang aku dapat. Tak ada kekuatan, tak ada ilmu yang dapat kupersembahkan kecuali dari Allah pemilik semua yang ada di langit dan di bumi. 

Derap langkah Nabi Muhammad ﷺ selalu dinanti para makhluk, mereka  mengucapkan salam kepada beliau dengan ucapan: “Assalaamualaika ya Rasulullah.” Aku malu karena kadang lisanku luput tidak lakukan itu akibat kelalaianku. Maafkan aku ya Rasulullah, yang mengaku  mencintaimu tetapi tak akan sesempurna engkau mencintai umatmu.

Kemuliaan yang Menembus Batas Basyariyah

Nabi Muhammad adalah nabi yang dapat berbicara dan berkoneksi  kepada semua alam yang ada di langit dan bumi; bulan, matahari, hewan, pohon bahkan kayu yang sudah lapuk. 

Bulan menghampirinya saat dipanggil dan dibelah menjadi dua. Matahari ditahan agar tidak terbenam karena Sayyidina Ali ra. hampir tertinggal shalat Ashar. Unta mengeluhkan majikannya yang terlalu menguras tenaganya dan tidak memberinya makan. Kayu lapuk menangis saat Nabi ﷺ akan berganti mihrab dengan yang lebih kokoh. 

Nabi Muhammad adalah nabi yang keringatnya dijadikan bibit minyak  wangi. Suatu saat Nabi sedang tidur, Ummu Sulaim ra. mengendap-endap mendekati Nabi dan mengambil  bulir-bulir keringat beliau . Nabi terbangun dan terkejut dengan apa yang dilakukan Ummu Sulaim. 

“Apa yang kau lakukan, wahai Ummu Sulaim?” 

“Aku mengumpulkan bulir-bulir keringat engkau, wahai Rasulullah.” 

“Untuk apa?” Tanya Nabi .

“Untuk kucampurkan pada minyak wangiku, wahai Radulullah.” 

“Mengapa begitu?” 

“Agar minyak wangiku menjadi lebih wangi, wahai Rasulullah.” 

Nabi pun tersenyum indah seraya berucap: “Ada-ada saja kamu, wahai Ummu Sulaim.” Beliau membiarkan Ummu Sulaim melanjutkan aksinya.

Sang Uswah yang Penuh Cinta

Nabi Muhammad itu adalah nabi yang cinta kepada anak-anak. Setiap  beliau dalam perjalanan dan bertemu anak-anak yang sedang bermain, beliau pun ikut bermain dengan mereka walaupun sebentar, setelah itu melanjutkan perjalanannya.

Nabi Muhammad adalah nabi yang tidak pernah marah kepada anak yatim. Suatu saat Nabi memberi amanah kepada Sayyidina Anas bin Malik ra. kecil untuk membawakan  sesuatu kepada seorang sahabat. Anas pun keluar rumah sambil membawa amanah tersebut. Rasulullah menunggu  Anas hingga sore hari, tetapi ia tak kunjung pulang.

Nabi pun keluar rumah dan mencari Anas. Ternyata Anas sedang bermain dengan teman-teman sebayanya. Nabi menghampiri Anas dari belakang dan menutup matanya dengan kedua telapak tangan beliau hingga tubuh bagian belakang Anas menempel dengan tubuh Nabi . Anas pun terkejut. Perlahan dia menerka: “Ini adalah Rasulullah,” sambil tangannya merasakan kelembutan tangan Nabi

“Bagaimana kamu tau, wahai Anas?” Tanya Nabi .

“Aku mencium harum tubuh engkau wahai Rasulullah, dan kelembutan telapak tangan yang tidak ada tandingannya dari tangan engkau, wahai Bagindaku.”

Nabi Muhammad adalah nabi yang sangat cinta kepada umatnya dan sangat mengkhawatirkan mereka. Terbukti saat beliau sedang menghadapi sakaratul maut. Beliau  berulang-ulang mengucapkan ummatii-ummatii. Beliau belum tenang meninggalkan umatnya sampai ada  jaminan dari Allah yang disampaikan melalui malaikat Jibril bahwa umat beliau akan dijamin masuk surga lebih dulu dibanding umat nabi-nabi yang lain.  

Nabi Muhammad juga pernah menyatakan bahwa beliau sangat merindukan saudara yang belum pernah berjumpa dengan beliau . Sampai para sahabat bertanya-tanya, siapakah gerangan mereka yang begitu beruntung dirindukan Nabi ?

Mereka memberanikan diri untuk menegaskan, bahwa merekalah yang patut Nabi rindukan karena mereka selalu berada di dekat beliau ,  melayani, berjuang bersama, mencintai dan beriman kepada Nabi . Namun apa  jawaban Nabi? Nabi memaklumi penegasan mereka, karena mereka hidup semasa dengan beliau dan melihat kesehariannya. Wajarlah mereka selalu berada dekat Nabi, membersamai  perjuangan, mencintai dan beriman kepada beliau.

Namun, rindu Nabi tidaklah tertuju kepada para sahabat. Nabi justru merindukan orang-orang yang begitu mencintai dan merindui Nabi , padahal mereka  tidak pernah melihat secara langsung keseharian Nabi atau pun membersamai perjuangan beliau . Siapakah mereka? Mereka adalah kita yang sedang berjuang mencintai Nabi . Sholluu ‘alannabii

Ahmad, Muhammad 

Nabi Muhammad pribadi yang suka bercanda. Suatu kali seorang nenek sampai menangis berhari-hari dan tidak lagi mengunjungi rumah Nabi untuk ngobrol dengan Sayyidah Aisyah ra. Sebab Nabi mengatakan bahwa di surga tidak ada nenek-nenek.

Nabi akhirnya menjelaskan sambil tersenyum bahwa di surga semua orang akan menjadi muda, tanpa terkecuali nenek itu. Sang nenek akhirnya kembali rajin mengunjungi rumah Nabi hanya untuk mengobrol dengan Sayyidah Aisyah. 

Nabi Muhammad sangat menghormati istri-istrinya. Suatu kali, beliau pulang larut malam dari berdakwah sehingga pintu sudah tertutup dan terhalang badan Sayyidah Aisyah yang tertidur di belakang pintu menunggu beliau . Nabi tidak membangunkan istri beliau . Saat fajar sang istri mendapati Nabi sedang tidur di depan pintu rumah. 

Nabi Muhammad itu cahaya yang memendarkan sinarnya ke segenap penjuru hingga Sayyidah Aisyah dapat menemukan kembali jarumnya yang terjatuh saat gelap.

Nabi Muhammad itu adalah nama beliau di bumi. Di langit, nama beliau adalah Ahmad. Muhammad adalah nama jasmani, Ahmad adalah nama ruhani. Muhammad adalah nama kerasulan, Ahmad adalah nama kenabian. Muhammad adalah Nurullah yang diciptakan, Ahmad adalah Ruhullah yang dihembuskan. Jasmani kita berasal dari Nurullah, sementara ruhani kita berasal  dari Ruhullah. Muhammad Aburruh, Ahmad Ummurruh

Nabi Muhammad adalah penghulu para nabi. Terbukti saat di Masjid Al-Aqsho, para nabi menjadi makmum beliau . Nabi Muhammad adalah nabi pertama, tetapi rasul terakhir yang Allah utus. Beliau lah rasul yang istimewa, terbukti dari nama beliau yang bersanding dengan nama Allah di ‘Arsy.

Nabi Muhammad adalah seorang kakek yang sangat sayang kepada cucunya, sampai-sampai beliau rela menjadi tunggangan cucu-cucunya. Sayyidina Abu Bakar ra. berkata kepada Sayyidina Hasan dan Husain ra.: “Sungguh, tunggangan kalian sangat mulia.” Lalu Nabi bersabda: “Sesungguhnya yang  menunggangi juga mulia.” 

Nabi Muhammad adalah nabi yang jika berjalan di sebuah lorong, maka orang-orang akan mengetahui bahwa beliau telah melewati lorong itu karena wangi yang masih membekas dan tersisa di sepanjang lorong itu dalam waktu yang lama.

Nabi Muhammad adalah nabi yang ludahnya menjadi obat tatkala kaki Sayyidina Abu Bakar ra. digigit ular saat bersembunyi di dalam gua dari kejaran pasukan kafir Quraisy. Ular yang  menggigit Sayyidina Abu Bakar ternyata adalah ular yang sudah menunggu Nabi Muhammad selama ratusan tahun hanya untuk memandang wajah Nabi

Nabi Muhammad adalah Al-Nabi Al-Ummiy yang tidak butuh membaca dan menulis, karena sumber ilmu (bacaan dan tulisan) ada pada beliau . Ilmu Allah terlimpah ruah kepada Baginda Nabi . Beliau adalah kota Ilmu dan Sayyidina Ali bin Abi Tholib adalah pintunya. 

Nabi Muhammad adalah nabi yang jari-jemarinya dapat mengeluarkan air. Saat kaum muslimin kehabisan air, Nabi Muhammad meminta kaum muslimin untuk mengumpulkan semua air yang mereka miliki di wadah walaupun sedikit, lalu Nabi meletakkan tangannnya ke dalam wadah tersebut dan air pun memancar dari sela-sela jemari beliau .

Demikianlah sedikit cerita tentang Nabi . Walaupun masih banyak cerita yang terekam dalam ingatan, namun jari ini tak akan mampu untuk menamatkannya. Karena kisah Nabi tak mengenal istilah  ‘kesudahan’. Semoga menjadi wasilah untuk diri ini mendapatkan syafaat beliau . Aamiin.

Mau berkontribusi ?

Apa saja bentuk karya yang bisa dikirimkan?

Sahabath bisa berkontribusi dengan mengirimkan tulisan berupa: artikel, ringkasan kajian, puisi atau lainnya (mengikuti konfirmasi lanjutan dari redaksi)

  1. Kontributor mengirimkan karya dalam bentuk Microsoft Word / Link Google Doc (pastikan link dapat dibuka) ke email maktabah.nouraniyyah@gmail.com atau no. whatsapp 089508082256
  2. Kontirbutor menyertakan data berikut:
    – Nama kontributor
    – Alamat
    – kontak
  3. Kontirbutor mendapat konfirmasi jika karya diterbitkan

Bagikan

Sign Up Newsletter

Dapatkan informasi, berita dan konten terbaru RNH hanya untuk Sahabth, di sini

Terkait

Oleh: Sirva Zarana

Oleh: Rif’atul Mahmudah

Oleh: Edwardo Yamad

Join our newsletter and get 20% discount
Promotion nulla vitae elit libero a pharetra augue