Tiap helaan dan embusan, ada kuasa menakjubkan Sang Pemilik Kehidupan. Dengannya terjalin harmoni indah yang sering luput dari kesadaran.
Di baliknya ada rahasia yang saling berkelindan. Sejatinya ia hanya disingkap kepada hati yang dirindukan.
Tiada warna, tiada rupa. Namun selalu nyata bagi rasa yang peka.
Tiap helaan adalah kepasrahan, tiap embusan adalah ketidakberdayaan. Pun ada isyarat pada jeda yang sejenak tertahan.
Wahai diri yang papa nan lemah, diri yang lalai nan lupa. Hadirlah di setiap helaan dan embusan.
Maknai sentuhan kelembutan-Nya, rasakan dekapan kasih dan cinta-Nya.
Teruntuk jiwa yang menghirup harum perenungan, terbitlah cahaya dalam bilik ketenangan.
Tangerang, 27 Muharram 1448 H/12 Juli 2026 M.









