Isra Miraj: Perjalanan Menuju Allah

Oleh Rifatul Mahmudah

Jamaah Ribath Agam

Cetak
Hikmah Isra’ mi’raj

Peristiwa Isra Mi’raj mengandung banyak hikmah bagi umat Islam, terutama tentang makna shalat sebagai perjalanan spiritual menuju Allah. Isra Mi’raj adalah hadiah Allah untuk Rasulullah ﷺ dan segenap umat. Di sanalah Rasulullah ﷺ menerima perintah shalat yang menjadi jalur komunikasi eksklusif kita dengan Allah.

Isra Mi’raj juga menjadi obat kesedihan Rasulullah ﷺ atas wafatnya dua orang yang paling banyak mendukung dakwahnya di masa-masa tersulit, yaitu sang paman Abu Thalib dan sang istri Sayyidah Khadijah ra. Keduanya adalah perisai utama dakwah Rasulullah ﷺ selama di Mekkah. Namun, Allah adalah sebaik-baik pelindung dan pendukung.

Isra Mi’raj adalah buah dari keikhlasan Rasulullah ﷺ menerima takdir Allah. Kapan tepatnya Isra dan Mi’raj terjadi memang masih diperdebatkan di kalangan ulama dan sejarawan, tetapi itu adalah peristiwa yang benar-benar terjadi, sebagaimana firman Allah:

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat (QS. Al-Isra’[17]: 1).

HIkmah dari Anugerah  Isra’ Mi’raj

Perjalanan Isra Mi’raj yang Rasulullah ﷺ alami membawa banyak hikmah bagi kita sebagai umatnya. Kejadian Isra Mi’raj bukanlah perjalanan yang dapat dilakukan manusia biasa. Allah lah yang memperjalankan Rasul-Nya sehingga perjalanan itu dapat berlangsung dengan sangat cepat.

1. Pengakuan Diri Sebagai Pendosa

Sebelum naik ke langit, Malaikat Jibril membelah dada Rasulullah ﷺ dan membersihkan hati beliau ﷺ. Rasulullah ﷺ terjaga dari perbuatan dosa lahir maupun batin, walaupun membersihkan dadanya sebenarnya tidak dibutuhkan.

Namun, kejadian ini mengajarkan kita untuk senantiasa menjaga hati dengan menjauhi perbuatan dosa. Juga senantiasa bertobat atas dosa yang kita sadari maupun tidak. Sebaik apa pun kita beramal, kita pasti pernah berbuat salah, maka tetaplah merasa berdosa di hadapan Allah dan senantiasa mengharap ampunan-Nya.

2. Shalawat Sebagai Pembuka Pintu-pintu Langit

Saat Rasulullah ﷺ dan Malaikat Jibril naik ke langit, malaikat penjaga setiap lapisan langit bertanya tentang siapa yang bersamanya. Malaikat Jibril menjawab, “Dia adalah Muhammad, dia adalah utusan Allah.”

Malaikat langsung membuka pintu langit saat mendengar nama Rasulullah ﷺ disebut. Maka, setiap berdoa, kita dianjurkan untuk selalu mengiringinya dengan shalawat agar doa kita cepat menembus langit sebagaimana terbukanya pintu langit saat nama Rasulullah ﷺ disebut.

3. Menanamkan Rasa Peduli dan Khawatir akan Nasib di Akhirat

Saat naik ke langit pertama, Rasulullah ﷺ bertemu Nabi Adam as. Dia sedang bersama orang-orang di sebelah kiri dan kanannya. Saat melihat ke kanan, Nabi Adam tertawa, dan saat melihat ke kiri, beliau menangis.

Saat Rasulullah ﷺ bertanya mengapa, malaikat Jibril menjawab, “Yang di sebelah kanan itu adalah anak cucu Adam yang masuk surga, dan yang di sebelah kiri masuk neraka.”

Nabi Adam sedih melihat keturunannya tersiksa di neraka karena maksiat yang mereka lakukan. Sebagai anak cucu Adam, seharusnya kita peduli pada nasib kita di akhirat kelak, dan bersiap-siap agar kita tidak menjadi hamba Allah yang berakhir di neraka yang azabnya begitu pedih.

4. Menebar Salam

Di langit ketujuh, Rasulullah ﷺ bertemu dengan Nabi Ibrahim as. Di sana Nabi Ibrahim mengucapkan salam kepada Rasulullah ﷺ lalu berkata, “Sampaikan salamku untuk umatmu.” (HR. Tirmidzi no. 3462).

Para Nabi adalah manusia-manusia paling mulia. Nabi Ibrahim mengirimkan salam untuk kita, umat Rasulullah ﷺ. Sikap Nabi Ibrahim adalah teladan untuk tidak membeda-bedakan orang dalam mengucapkan salam. Ucapkanlah salam kepada sesama manusia, tanpa memandang status sosial, ekonomi, dsb.

5. Sujud Sebagai Cara Komunikasi Terdekat kepada Allah

Saat sampai ke Sidratul Muntaha, Rasulullah ﷺ tersungkur sujud kepada Allah. Sujud adalah puncak penghambaan. Setelah sujud, Allah memberi perintah ibadah shalat sebagai cara komunikasi terdekat seorang mukmin dengan Allah, sebagaimana perkataan ulama:

اَلصَّلَاةُ مِعْرَاجُ الْمُؤْمِنِ 

Shalat adalah Mi’rajnya orang beriman.

Rasulullah ﷺ membawa perintah shalat untuk umatnya sebanyak lima waktu dari awalnya 50 kali shalat dalam satu hari. Namun, setiap shalat pahalanya akan dilipatgandakan setidaknya sepuluh kali lipat sehingga semuanya bernilai 50 shalat. Allah sangat menyayangi hamba-hamba-Nya dan menyadari kelemahan dan batas kemampuan kita.

6. Zikir Subahanallah

Dalam surat Al-Isra’ di atas, Allah mengawali berita Isra’ dengan kata “Subhana”. Ayat ini mengisyaratkan bahwa jika kita melihat atau mendengar sesuatu yang menakjubkan atau mustahil, maka ucapkanlah Subhanallah (Maha Suci Allah). Dalam peristiwa Isra Mi’raj kita diajarkan untuk percaya kepada kabar yang luar biasa, jika itu memang datang dari Allah dan Rasul-Nya.

Semoga kita dapat mengambil banyak pelajaran dari peristiwa Isra Mi’raj ini, dan kita bisa semakin dekat kepada-Nya, karena Isra Mi’raj adalah perjalanan menuju Allah.

Mau berkontribusi ?

Apa saja bentuk karya yang bisa dikirimkan?

Sahabath bisa berkontribusi dengan mengirimkan tulisan berupa: artikel, ringkasan kajian, puisi atau lainnya (mengikuti konfirmasi lanjutan dari redaksi)

  1. Kontributor mengirimkan karya dalam bentuk Microsoft Word / Link Google Doc (pastikan link dapat dibuka) ke email maktabah.nouraniyyah@gmail.com atau no. whatsapp 089508082256
  2. Kontirbutor menyertakan data berikut:
    – Nama kontributor
    – Alamat
    – kontak
  3. Kontirbutor mendapat konfirmasi jika karya diterbitkan

Bagikan

Sign Up Newsletter

Dapatkan informasi, berita dan konten terbaru RNH hanya untuk Sahabth, di sini

Terkait

Oleh: Pencari

Oleh: Rif’atul Mahmudah

Oleh: Edwardo Yamad

Oleh: Dr. Kasim Rasjidi

Konten Lainnya

Join our newsletter and get 20% discount
Promotion nulla vitae elit libero a pharetra augue