14 Desember 2025 09:25

Diam diri dalam diri
Hening diri menatap se-Zati
Sunyi diri melirik sifati
Damai diri melirih asma’i

Diri terhijab rasa wujudi
Diri terhalang jahil Anani
Diri terjarak ragu raibi
Diri tertolak inkar kufri

Rasa diri wasilah qalbi
Dari qalbi kepada Sirri
Dari Sirri kepada Inna-ni
Di dalam Sirri kedirian Sejati

Hati-hati pada khayali
Dianya dua terpari
Khayali Hissi kerja Syaitani
Khayali Muthlaqi kemurahan Ilahi

Hairannya, syaitani meng-aku berani
Menyata jadi cahaya Rabbi
Slalu datang mewaswas shadri
Itulah khayali hissi

Hebatnya, kemurahan ilahi
Wushul padanya dengan wasilati
Menatap hakikat Nur Nunni
Mengalir pada alam tubuh Khuluqi

Duhai diri yang terdiri
Tinggalkan angan fikrati
Lawanlah cinta ego nafsi
Makmurkan qalbu bayt asma’i

Duhai diri yang insani
Leburkan nama dalam sifati
Karamlah sifat dalam zati
Bagai Muhammadi lebur dalam Ahmadi.

Duhai diri yang Sejati
Kini tiadalah zati, sifati, dan asma’i
Kecuali Aku Zat-Nya, Dia Sifat-Nya, Allah lah asma’i

Allah Sirr-nya Asma’i
Huwa sirr-nyaAllahi
Ana sirr-nya Zati
Dalam Ar-Ruh al-Amri bertajalli

Bandara Halim, 20 Ramadhan 1446H 13.33 WIB

Tags

Bagikan

Sign Up Newsletter

Dapatkan informasi, berita dan konten terbaru RNH hanya untuk Sahabth, di sini

Syair Lainnya

Join our newsletter and get 20% discount
Promotion nulla vitae elit libero a pharetra augue