Saat datang pagi hari,
Mentari hadir menari-nari,
Sinarnya sungguh berseri-seri,
Memancar dari ufuk timur bumi.
Saat malam mulai menjelma,
Bulan purnama lambai menyapa,
Bermandikan sinar semburat cahaya,
Menerangi gelapnya jagat buana.
Dan di depan ambang pintu,
Aku sungguh termangu,
Mentafakkuri dua benda itu,
Bagaimana cara keduanya saling merindu…????
Matahari dan bulan tak saling berjumpa,
Tapi keduanya rela berbagi cahaya,
Hanya datang silih berganti sesuai dengan daurnya,
Dalam diam keduanya pun saling memuja.
Terkadang, begitulah sebuah cinta,
Justru dalam keberpisahannya,
eksistensi masing masing menjadi terjaga,
Karena, jika terjadi suatu gerhana,
Saat keduanya bersua bersama,
Maka akan termatikanlah salah satu rona cahayanya,
Sirna…
Namun, apapun halnya,
Saat pagi atau malam menyapa,
Pandang lah sang mentari atau pun sang purnama,
dan kita akan bertemu disana,
dalam satu tatapan mata yang sama.


