Banyak jalan menuju-Nya
Sebanyak hembusan nan bernyawa
Itulah kata sebagian ulama
Ulama yang damai jiwanya
Tapi itu jalan salikin
Awamnya masih belumlah mutqin
Kenal baru dalam fikratin
Rasa tertahan ananiyatin
Salik awal sungguhlah liar
Amal ibadah harap dibayar
Pahala derjat selalu dikejar
Berujung surga bidadari berkamar
Salik murid sangatlah sayang
Zikir dihitung alang kepalang
Titik nan tujuh dirasa girang
Sebelas ribu angka berbilang
Asyiknya pada bayt asma’i
Menyebut lirih nama Ilahi
Allah Allah di dalamnya bunyi
Rasa getar wajlah qalbu nurani
Tapi jalan para Arifin
Satu hanya di dalam talqin
Mahabbah dasar sirr yang makin
Makrifat memulai asrar nan matin
Muraqabah pandang-Nya Sang Dia
Terasa mutlaq intai dalam dada
Ma’iyyah menahan rasa bersamanya
Aqrabiyah paham dekat dengan dekat-Nya.
Tapi adakah qadim dekat bersama
Dengan makhluk baru tercipta
Melainkan hanya rububiyah-Nya
Nyata tajalli pada diri hamba
Musyahadah pandang-Nya Sang Aku
Leburlah kehendak “aku” pada Rabbaniku
Karamlah ego “aku” meng-aku
Di samudera ahadiyahnya Sang Aku
Tiadalah aku tiadalah zatku
Binasalah aku binasalah sifatku
Sirnalah aku nyatalah Sang Aku
Baqi-lah Wajah, Ana Sang Aku
Sang Aku nan memandang
Jua Sang Aku dipandang
Sang Aku nan menatap
Jua Sang Aku ditatap
Dianya Sang Aku kepada Sang Aku
Dianya Sang Aku dengan Sang Aku
Dianya Sang Aku bersama Sang Aku
Dianya Sang Aku dalam Sang Aku
Hanya Sang Aku yang mengenal diri-Nya
Hanya Sang Aku yang mencinta zat-Nya
Tiadalah Dia melainkan Sang Aku-Nya
Tiadalah Sang Aku kecuali Dia-Nya
Surau Nur Muthmainnah, 23 ramadan ba’da ashar.
FAQ seputar Jalan Salikin dan Arifin
Apa makna Jalan Salikin dalam puisi ini?
Jalan Salikin menggambarkan perjalanan spiritual bagi pencari awal yang masih belajar mengenal Allah dengan amal dan zikir lahiriah.
Siapakah Arifin dalam konteks tasawuf?
Arifin adalah mereka yang telah mencapai makrifatullah — mengenal Allah dengan batin, hingga sirna ego diri dan menyatu dalam kehendak-Nya.
Apa perbedaan antara Salikin dan Arifin?
Salikin masih beramal karena mengharap pahala, sedangkan Arifin beramal semata karena cinta dan kesadaran akan kehadiran Allah.
Apa pesan spiritual puisi ini?
Bahwa perjalanan ruhani bukan soal banyaknya amal, melainkan tentang kedekatan dan kefanaan diri di hadapan Sang Pencipta.
Bagaimana cara seorang murid berpindah dari salikin menuju arifin?
Dengan bimbingan guru mursyid, keikhlasan hati, dan muraqabah yang mendalam hingga mencapai makrifat sejati.


