Sebuah Refleksi & Renungan Perjalanan
Ribath adalah satu ikatan keluarga.
Di dalamnya berkumpul para salik yang haus dahaga.
Terhadap rahmat Tuhannya yang begitu berharga.
Tidak boleh ada di dalamnya duri yang membuat luka.
Jika ada gesekan yang membuat hati ternganga.
Mari selesaikan ia dengan jalan keluarga.
Karena kita punya guru sang Abuya.
Pewaris Muhammad, Sang Nabi yang bijak cendikia.
Ribath adalah jalan untuk semua.
Menuju Allah, Rabb yang Maha Menjaga.
Keluasan kasih sayang-Nya tak terhingga.
Mari kita cari dengan hati yang riang dan gembira.
Jika ada suara sumbang di luar sana.
Usah ditimbang dijadikan rasa.
Biarkanlah ia terbang ke luar angkasa.
Hancur lebur bersama ruang hampa udara.
Ribath adalah kapal besar milik bersama.
Ia punya kapten, nahkoda & tim penyangga.
Semuanya bergerak seiring dan seirama.
Di bawah isyarat Tuhan, Rasul & para pewarisnya.
Jika ada yang punya pandangan dan selera.
Leburkanlah ia di bawah rida & iradah-Nya.
Agar tidak muncul rasa ujub dan riya.
Apalagi merasa diri begitu tinggi berharga.
Ribath adalah tali istimewa pengikat rasa.
Di dalamnya dzauq diasuh dan ditempa.
Agar lurus menghadap kepada Tuhan Semata.
Tidak guyub dengan dunia yang hanya fatamorgana.
Jika ada maksud dan tujuan yang berbeda.
Kembalikanlah ia kepada jalur semula.
Trilogi Ribath usahakan selalu menyala.
Tidak boleh kurang walau sedikitpun jua.
Pengasinan, Depok.
9 Rajab 1446 H/9 Januari 2025 M.


