Sunyi Diri di jalan khalwat (sunyi)
Menyisih nafsi jahat nan ampat
Nafsi bahimi tamak teramat
Nafsi siba’i galak menyayat
Suci Diri di tariq jalwat (ramai)
Menyembuh diri culas melekat
Nafsi syaithani penuh siasat
Waswas Khannas di dada tersirat
Terang Diri beroleh mujahadat
Mizan diri nafsi nuraniyat
Janganlah berlebih bagai malaikat
Atau kurang bak hewan bahimat
Duhai diri yang nak selamat
Namun lelahlah jiwa t’rasa penat
Carilah guru juru selamat
Pembimbing jalan dunia akhirat
Tiadalah jalan nan selamat
Kecuali jalan Nabi pembawa Rahmat
Ialah jalan para sahabat
Serta ulama pewaris makrifat
Makrifatnya kenal yang disembah dalam ibadat
Hakikatnya tauhid tanzih tanpa jihat (arah tempat)
Tariqahnya tempaan dan mujahadat
Syariahnya tahu rukun dan syarat
Ilmunya asma Adami yang disemat
Ahwalnya laduni langsung tersirat
Maqamnya Muhammadi kehambaan yang dinisbat
Zawqnya ruhani nan sangat nikmat
Bayna Nur Muthmainnah-Nurul Haq
22 ramadan 1446
FAQ seputar Puisi Tasawuf “Duhai Sunyi”
Apa makna puisi “Duhai Sunyi”?
Puisi “Duhai Sunyi” menggambarkan perjalanan spiritual seorang hamba melalui mujahadah nafsu, makrifat, dan bimbingan guru menuju jalan Nabi Muhammad ﷺ.
Mengapa puisi ini membahas nafsu?
Nafsu dalam tasawuf dipandang sebagai penghalang spiritual. Puisi ini mengajak untuk mengendalikannya agar hati bersih dan jiwa mencapai ketenangan.
Apa hubungan puisi ini dengan tasawuf?
Puisi “Duhai Sunyi” lahir dari tradisi tasawuf, menekankan pentingnya syariat, tariqah, makrifat, dan hakikat dalam perjalanan menuju Allah Swt.


