17 Desember 2025 04:13

Puisi Sufi: Duhai Sunyi

Sunyi Diri di jalan khalwat (sunyi)
Menyisih nafsi jahat nan ampat
Nafsi bahimi tamak teramat
Nafsi siba’i galak menyayat

Suci Diri di tariq jalwat (ramai)
Menyembuh diri culas melekat
Nafsi syaithani penuh siasat
Waswas Khannas di dada tersirat

Terang Diri beroleh mujahadat
Mizan diri nafsi nuraniyat
Janganlah berlebih bagai malaikat
Atau kurang bak hewan bahimat

Duhai diri yang nak selamat
Namun lelahlah jiwa t’rasa penat
Carilah guru juru selamat
Pembimbing jalan dunia akhirat

Tiadalah jalan nan selamat
Kecuali jalan Nabi pembawa Rahmat
Ialah jalan para sahabat
Serta ulama pewaris makrifat

Makrifatnya kenal yang disembah dalam ibadat
Hakikatnya tauhid tanzih tanpa jihat (arah tempat)
Tariqahnya tempaan dan mujahadat
Syariahnya tahu rukun dan syarat

Ilmunya asma Adami yang disemat
Ahwalnya laduni langsung tersirat
Maqamnya Muhammadi kehambaan yang dinisbat
Zawqnya ruhani nan sangat nikmat

Bayna Nur Muthmainnah-Nurul Haq
22 ramadan 1446

FAQ seputar Puisi Tasawuf “Duhai Sunyi”

Apa makna puisi “Duhai Sunyi”?

Puisi “Duhai Sunyi” menggambarkan perjalanan spiritual seorang hamba melalui mujahadah nafsu, makrifat, dan bimbingan guru menuju jalan Nabi Muhammad ﷺ.

Mengapa puisi ini membahas nafsu?

Nafsu dalam tasawuf dipandang sebagai penghalang spiritual. Puisi ini mengajak untuk mengendalikannya agar hati bersih dan jiwa mencapai ketenangan.

Apa hubungan puisi ini dengan tasawuf?

Puisi “Duhai Sunyi” lahir dari tradisi tasawuf, menekankan pentingnya syariat, tariqah, makrifat, dan hakikat dalam perjalanan menuju Allah Swt.

Bagikan

Sign Up Newsletter

Dapatkan informasi, berita dan konten terbaru RNH hanya untuk Sahabth, di sini

Syair Lainnya

Join our newsletter and get 20% discount
Promotion nulla vitae elit libero a pharetra augue