Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan

Oleh Rif’atul Mahmudah

Jamaah Ribath Agam

Cetak
Mensyukuri nikmat kemerdekaan

Alhamdulillah, Negara Republik Indonesia hari ini memasuki umurnya yang ke-80 tahun sejak proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 silam. 

Dalam teks pembukaan UUD 1945 tertulis, “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.” Kalimat di atas mengisyaratkan bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah dari penjajah Belanda maupun Jepang. Kemerdekaan Indonesia yang bertepatan dengan hari Jumat dan bulan Ramadhan ini ada berkat rahmat dan karunia Allah. 

Kemerdekaan juga merupakan hasil dari tekad luhur semua pahlawan untuk menghadiahkan kemerdekaan bagi bangsa ini. Indonesia tempat kita berdiri hari ini adalah hasil pengorbanan harta, pikiran, air mata, darah dan nyawa para pahlawan yang bahkan tak sempat mengenyam hari-hari sebagai bangsa yang merdeka.

Sebagai generasi yang lahir setelah proklamasi kemerdekaan, kita hendaknya bersyukur kepada Allah dan berterimakasih kepada para pahlawan negara ini dengan mengisi kemerdekaan, bukan sekedar menikmatinya untuk kepentingan pribadi. Tugas kita adalah meneruskan amanah kemerdekaan dan berusaha mewujudkan itikad sebagai bangsa merdeka yang sesungguhnya.

Sebagai seorang muslim, kita berkewajiban mengisi dan mempertahankan kedaulatan negara dengan kemampuan kita masing-masing.

Meningkatkan Iman dan Takwa untuk Menjaga Keutuhan Negara

Para pahlawan menyadari betul bahwa kemerdekaan Indonesia adalah karunia Allah. Ini menunjukkan kesadaran beragama yang tinggi. Dalam rangka mengisi kemerdekaan pun, iman dan takwa perlu terus ditingkatkan.

Allah berjanji akan memberkahi negeri yang penduduknya selalu melandasi tindakan mereka dengan iman dan takwa. Dia berfirman:

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan (para rasul dan ayat-ayat Kami). Maka, Kami menyiksa mereka disebabkan oleh apa yang selalu mereka kerjakan (QS. Al-A’raf [7]: 96).

Berdasarkan ayat di atas, meningkatkan iman dan takwa adalah salah satu cara mengisi dan mempertahankan keberkahan negeri ini.

Menjalankan Amanah Kemerdekaan

Kemerdekaan telah diperjuangkan dengan banyak pengorbanan. Sebagai penerus, tugas kita adalah mengisi kemerdekaan itu dan mewujudkan amanah kemerdekaan yang diwariskan oleh para pendiri bangsa ini.

Dalam pembukaan UUD 1945 tertulis, “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, …”

Tugas kita adalah berusaha mewujudkan amanah kemerdekaan yaitu melindungi bangsa ini, memeratakan kesejahteraan bagi seluruh penduduk, mendukung terwujudnya masyarakat terdidik dan berakhlak mulia, serta ikut mendukung perdamaian dunia.

Kita dapat mewujudkannya sesuai peran kita masing-masing. Almarhum K.H. Zainuddin MZ dalam salah satu ceramahnya menyampaikan bahwa kita dapat mendukung terwujudnya amanah kemerdekaan dengan cara-cara berikut:

  1. Menghindari perbuatan-perbuatan tercela yang akan merusak keberkahan tanah air Indonesia.
  2. Memperbaiki akhlak anak bangsa agar menjadi pengisi kemerdekaan, bukan sekedar penikmat kemerdekaan.
  3. Meratakan kesejahteraan dan kemakmuran dengan membangun kepekaan yang melahirkan kepedulian. Dari kepedulian akan lahir rasa kebersamaan, sehingga muncul keinginan untuk membantu orang-orang lemah dan anak-anak terlantar.

Sahabath, mari kita syukuri kemerdekaan ini dengan mengisinya dengan sebaik-baiknya. Dengan izin Allah, apa pun peran kita dalam masyarakat bisa menjadi jalan bakti kita untuk bangsa ini. Selamat Hari Kemerdekaan, mari wujudkan kemerdekaan yang sesungguhnya.

Wallahu a’lam bi ash-shawab.

Mau berkontribusi ?

Apa saja bentuk karya yang bisa dikirimkan?

Sahabath bisa berkontribusi dengan mengirimkan tulisan berupa: artikel, ringkasan kajian, puisi atau lainnya (mengikuti konfirmasi lanjutan dari redaksi)

  1. Kontributor mengirimkan karya dalam bentuk Microsoft Word / Link Google Doc (pastikan link dapat dibuka) ke email maktabah.nouraniyyah@gmail.com atau no. whatsapp 089508082256
  2. Kontirbutor menyertakan data berikut:
    – Nama kontributor
    – Alamat
    – kontak
  3. Kontirbutor mendapat konfirmasi jika karya diterbitkan

Bagikan

Sign Up Newsletter

Dapatkan informasi, berita dan konten terbaru RNH hanya untuk Sahabth, di sini

Terkait

Oleh: Sirva Zarana

Oleh: Rif’atul Mahmudah

Oleh: Edwardo Yamad

Join our newsletter and get 20% discount
Promotion nulla vitae elit libero a pharetra augue