Kita tentu sudah tidak asing dengan amalan surat Yasin yang dibaca di berbagai kesempatan. Sebagian umat Islam merutinkan bacaan surat Yasin pada malam Jumat. Sebagian lainnya membacakan surat ini sebagai hadiah untuk orang yang wafat. Kali ini, kita akan menengok kisah Imam Ibnu ‘Arabi dan kesembuhannya berkah surat Yasin.
Siapa Imam Ibnu ‘Arabi?
Imam Ibnu Arabi adalah seorang ulama masyhur dari negeri Andalusia pada abad keenam Hijriah. Beliau diberi gelar Muhyi Al-Din (orang yang menghidupkan agama) karena perannya dalam menghidupkan ajaran-ajaran syariat.
Ibnu Arabi lahir dari keluarga religius dan ahli agama. Ayahnya mahir dalam berbagai ilmu keislaman, sedang kakeknya adalah seorang ulama dan qadhi (hakim) Andalusia.
Ibnu Arabi belajar Al-Qur’an sejak umur tujuh tahun. Ia kemudian menguasai qiraat dan tafsir di usia sepuluh tahun. Setelah itu, Ibnu Arabi belajar fikih dan hadis kepada ulama-ulama Andalusia.
Sembuh Berkah Surat Yasin
Di masa remajanya, Ibnu Arabi pernah mengalami sakit keras yang membuatnya mengalami demam tinggi. Saat tidur, Ibnu Arabi bermimpi melihat beberapa sosok yang sangat besar dengan aura sangat buruk menyelimutinya. Makhluk-makhluk itu bersenjata dan seolah bertekad untuk membunuhnya.
Dalam ketakutan yang mencekam, tiba-tiba Ibnu Arabi melihat sosok rupawan sangat kuat, dan bersinar seperti matahari terbit datang kepadanya. Sosok ini lalu melawan sosok-sosok buruk tadi hingga mereka terpecah-pecah. Tak lama kemudian, semua sosok buruk yang meliputi Ibnu Arabi hilang tak bersisa.
Imam Ibnu Arabi takjub akan apa yang baru saja dilihatnya. Ia kemudian bertanya kepada sosok rupawan itu, “Siapakah kamu?”
“Aku adalah surat Yasin,” jawabnya.
Imam Ibnu Arabi pun terbangun dari tidurnya. Setelah membuka mata, sakitnya hilang seperti tak pernah ada sebelumnya. Ia lalu melihat sang ayah tengah duduk di sisi bantal Ibnu Arabi membacakan surat Yasin di dekat kepalanya.
Imam Ibnu Arabi mengalami pengalaman luar biasa dengan Surat Yasin. Surat itu seolah menjadi perantara Allah memberikan kesembuhan kepadanya. Sejak saat itu, Ibnu Arabi tidak pernah melalui harinya tanpa membaca surat Yasin.
Imam Ibnu Arabi juga mewasiatkan kepada murid-muridnya untuk membacakan surat Yasin saat mengunjungi orang yang sakit.
Referensi: Muhyi Al-Din Ibnu Arabi; Al-Futuhat Al-Makkiyah.


