23 Oktober 2026 00:06

Mencuri Seutas Tali

Cetak
Ilustrasi kisah mencuri seutas tali

Suatu hari, seorang Arab Badui ketahuan mencuri seutas tali. Ia pun segera dibawa ke pengadilan untuk dijatuhi hukuman atas perbuatannya.

Ketika sampai di pengadilan, si Arab Badui berdiri di ruangan berhadapan langsung dengan sang hakim. Proses pemutusan hukuman pun berlangsung dengan suasana tegang.

“Wahai saudara, perbuatan apa yang didakwakan padamu?” tanya sang hakim memulai interogasi.

Si Arab Badui dengan tenang menjawab, “Aku telah mencuri seutas tali, Yang Mulia.”

Sang hakim terheran-heran mendengar jawaban dari orang Badui tersebut. Pasalnya, baru kali ini ia menangani kasus pencurian yang sangat sepele hingga harus dibawa ke hadapan hakim.

“Apakah engkau dibawa ke sini hanya karena kejahatan ringan seperti itu?” tanya sang hakim penasaran.

Fakta di Balik Kasus Mencuri Seutas Tali

Si Arab Badui terlihat bingung dengan pertanyaan dari sang hakim. Ia berpikir keras apakah ada hal penting yang terlewatkan dari pengakuannya tadi. Setelah terdiam beberapa saat, ia kembali menatap sang hakim.

“Di ujung tali itu terikat seekor sapi, Yang Mulia,” jawab si Badui dengan polosnya.

Sontak jawaban tersebut membuat ruang sidang terkejut. Ternyata, kejahatan yang dilakukannya bukan sekadar mengambil tali biasa, melainkan mencuri seekor sapi utuh.

Bahaya dan Larangan Mencuri dalam Islam

Kisah lucu di atas memberikan pelajaran penting bagi kita semua. Dalam ajaran Islam, sekecil apa pun barang yang diambil tanpa hak tetaplah sebuah dosa besar. Kita wajib menjaga kejujuran dan menghindari perbuatan buruk ini.

Rasulullah SAW secara tegas mengingatkan umatnya tentang keharaman mengambil hak orang lain:

“Allah melaknat pencuri, walaupun hanya mencuri telur atau tali.” (HR. Bukhari no. 6799)

Share

Sign Up Newsletter

Dapatkan informasi, berita dan konten terbaru RNH hanya untuk Sahabth, di sini

Terkait

Join our newsletter and get 20% discount
Promotion nulla vitae elit libero a pharetra augue