Seorang saudagar kaya suatu kali mengundang seorang imam sufi dan seorang dokter ke rumahnya untuk makan malam. Dalam suasana makan malam yang indah, saudagar mengajak kedua tamunya berbincang-bincang.
Saudagar itu bercerita, “Wahai syaikh, aku sering merasa gelisah akhir-akhir ini. Anak perempuan kesayanganku tengah jatuh sakit yang tak kunjung sembuh. Aku meminta agar engkau berkenan memanjatkan doa untuk putriku.”
Imam sufi itu menjawab, “Tentu saudaraku. Aku akan membacakan Nama-nama Allah untuknya. Mudah-mudahan itu akan menyembuhkan penyakitnya.”
“Haha, omong kosong. Metode kuno seperti itu hanya akan memperlambat proses penyembuhan. Tentu metode pengobatan modern yang berpijak pada sains akan lebih membantu,” ejek sang dokter kepada sang Imam. Ia meremehkan pernyataan sang Imam.
Sang Imam kemudian membalas, “Hey KELEDAI, tau apa kamu tentang kekuatan doa!”
”Apa kau bilang, KELEDAI?! Berani sekali kau memanggilku seperti itu!”, bentak sang dokter emosi.
“Oh maafkan aku,” jawab sang Imam cepat-cepat.
”Tapi, kalau kata “keledai” saja bisa membuat wajahmu memerah, pembuluh daramu melebar, jantungmu berdetak lebih cepat dan kadar hormon adrenalinmu bertambah, saya rasa pengaruh Nama Pencipta kita terhadap kesembuhan bukanlah omong kosong.” Sambung Sang Imam kemudian.


