4 Maulid Karya Para Ulama

Cetak
Kitab maulid karya para ulama

Umat Islam mengekspresikan penghormatan dan rasa cinta mereka kepada Rasulullah ﷺ dengan berbagai cara. Mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ adalah sesuatu yang wajib dan pasti, begitu pun beriman kepada beliau ﷺ. Tetapi cara mengungkapkan cinta umat kepadanya sangat beragam.

Di antaranya adalah para ulama yang menulis rawi yang menceritakan kisah hidup Rasulullah ﷺ mulai dari kelahiran, nasab, kerasulan hingga wafatnya beliau ﷺ. Rawi ini lebih terkenal dengan sebutan Maulid.

Karakteristik teks Maulid yang disusun para ulama biasanya memiliki tiga unsur utama; kisah hidup Rasulullah ﷺ, mahallul qiyam, dan doa. Dari sekian banyak karya Maulid, ada empat karya maulid yang sangat populer di Indonesia, yaitu:

1. Maulid ad-Diba’

Maulid ad-Diba’ adalah Maulid yang disusun oleh ulama besar dan wali Allah Al-Imam Al-Jalil Abdurrahman ibn Muhammad ibn Umar ibn Ali Ad-Diba’i. Beliau lahir pada tahun 866 H, dan wafat pada 944H pada umur 78 tahun. Beliau tinggal di Zabid, Yaman.

Imam Ibn Ad-Diba’i adalah ulama yang sangat produktif menulis berbagai karya, di antaranya di bidang fikih dan sejarah. Selain itu, beliau juga seorang hafiz yang telah menghafal 100.000 hadis lengkap dengan sanadnya.

Maulid ad-Diba’ berisi syair-syair pujian kepada Rasulullah ﷺ dan kisah perjalanan hidup Rasulullah ﷺ yang tersusun dengan kata-kata indah. Di dalam maulid ini juga terdapat lirik dan bait-bait shalawat dan qasidah. Tak heran, maulid ini sangat populer di kalangan Islam.

2. Maulid Barzanji

Maulid Barzanji adalah karya seorang ulama besar kelahiran 1126 H bernama As-Sayyid Ja’far ibn Husein ibn Abdul Karim Al-Barzanji. Beliau adalah salah seorang ulama yang hidup di Madinah dan mengajar di sana hingga wafat.

Maulid Barzanji memiliki judul asli ‘Iqd al-Jawahir fi Maulid al-Nabiyy al-Azhar. Maulid ini berisi bait-bait natsr dan nazham yang secara umum mengandung syair-syair, shalawat, pujian, dan sanjungan kepada Rasulullah ﷺ serta kisah kehidupan beliau ﷺ.

Kitab Maulid Barzanji sangat terkenal dan tersebar luas di dunia Islam, baik timur maupun barat, termasuk Indonesia. Selain sering dibaca di acara-acara pengajian dan shalawat, Maulid Barzanji bahkan dihafal di beberapa maktab dan pesantren.

Selain banyak dibaca dan dihafal, Ada beberapa ulama yang menulis syarah Maulid Barzanji. Di antaranya adalah al-Qaul al-Munji ‘ala Maulid al-Barzanji karya Al-‘Allamah Abu Abdillah Muhammad ibn Ahmad. Kitab syarahnya pun sudah terbit berkali-kali di Mesir. Seorang ulama kondang Indonesia, Syekh Nawawi Al-Bantani juga menulis kitab syarah Maulid Barzanji yang berjudul Madarij al-Shu’ud ila Iktisa’ al-Burud.

3. Maulid Simthud Durar

Masih dari negeri Yaman, Maulid Simthud Durar lahir dari tangan dingin Habib Ali ibn Muhammad Al-Habsyi. Beliau lahir dari keluarga ulama pada hari Jumat, 24 Syawal 1259 H di Qasam, Hadramaut.

Habib Al-Habsyi menyusun Maulid Simthud Durar pada umur 68 tahun. Maulid ini kemudian dibaca untuk pertama kali di rumah beliau, lalu dibaca untuk kedua kalinya di rumah muridnya Habib Umar ibn Hamid.

4. Maulid Dhiya’ al-Lami’

Maulid Dhiya’ al-Lami’ adalah karya Habib Umar ibn Hafiz. Beliau menyusun Dhiya’ al-Lami di suatu malam bersama muridnya yang membantu menulis apa yang beliau baca.

Maulid Dhiya’ al-Lami’ memiliki keistimewaan, di mana pembuka maulid ini terdiri dari 12 bait yang menunjukan tanggal lahir Rasulullah ﷺ. Lalu diikuti dengan bagian pertama yang berisi tiga surat Al-Qur’an yang merujuk pada bulan kelahiran beliau ﷺ, Rabiul Awal. Bagian ini berisi 63 bait, sesuai dengan usia Rasulullah ﷺ.

Habib Umar ibn Hafiz sendiri memiliki kemampuan bahasa dan sastra yang luar biasa, pengetahuan hadis dan syariat yang sangat mumpuni, serta kesalehan dan kealiman yang masyhur. Beliau adalah salah satu tokoh muslim yang paling berpengaruh di dunia saat ini.

Sahabath, keempat maulid di atas memiliki ciri khasnya sendiri dalam menyampaikan ringkasan kisah hidup Rasulullah ﷺ. Memperingati hari kelahiran Rasulullah ﷺ, mari refresh kembali ingatan kita tentang kehidupan Rasulullah ﷺ, salah satunya melalui kisah-kisah dalam kitab maulid.

Wallahu a’lam.

Mau berkontribusi ?

Apa saja bentuk karya yang bisa dikirimkan?

Sahabath bisa berkontribusi dengan mengirimkan tulisan berupa: artikel, ringkasan kajian, puisi atau lainnya (mengikuti konfirmasi lanjutan dari redaksi)

  1. Kontributor mengirimkan karya dalam bentuk Microsoft Word / Link Google Doc (pastikan link dapat dibuka) ke email maktabah.nouraniyyah@gmail.com atau no. whatsapp 089508082256
  2. Kontirbutor menyertakan data berikut:
    – Nama kontributor
    – Alamat
    – kontak
  3. Kontirbutor mendapat konfirmasi jika karya diterbitkan

Bagikan

Sign Up Newsletter

Dapatkan informasi, berita dan konten terbaru RNH hanya untuk Sahabth, di sini

Terkait

Oleh: Sirva Zarana

Oleh: Rif’atul Mahmudah

Oleh: Edwardo Yamad

Join our newsletter and get 20% discount
Promotion nulla vitae elit libero a pharetra augue