11 Desember 2025 00:52

Suluk Muharram RNH Mengawali Tahun 1447H

Cetak
Suluk Muharram Awal Tahun 1447H

Berpindahnya tahun hendaknya tidak menjadi sekadar momen perputaran waktu, tetapi menjadi perjalanan lahir batin menuju versi hamba yang lebih baik. Dengan harapan diikutsertakan dalam proses menghambakan diri kepada Rabbul ‘Alamiin, RNH menyambut tahun baru Hijriah dengan mengadakan program bertajuk “Suluk Muharram”. Program ini tentu tidak luput dari implementasi trilogi RNH, yaitu Ilmu, Zikir, dan Khidmah.

Program Suluk Muharram berlangsung di empat tempat, yaitu Ribath Nusantara Brunei Darussalam, Surau Nour Rahmani Jatikramat, Surau Nour Ahmadi Ciputat, dan Surau Nour Muhammadi Buaran. Ada tiga kegiatan utama dalam program ini; suluk/zikir, ta’lim/kajian, dan bakti sosial. Keseluruhan kegiatan telah berlangsung selama empat hari, Kamis-Ahad, 8-11 Muharram 1447H/3-6 Juli 2025.

Program Suluk di Tiga Surau

Suluk atau zikir menjadi kegiatan utama dalam program Suluk Muharram. Kegiatan suluk berlangsung di tiga surau. Pertama, Suluk di Ribath Nusantara Brunei yang dibimbing oleh Buya Dr. Aldomi Putra. Kedua, suluk di Surau Nour Ahmadi Ciputat dipimpin oleh Buya Mursal Tanjung, Lora Ali Wafa, dan Ustadz Dawami Zikri. Ketiga, suluk di suau Nour Rahmani yang dipimpin oleh Buya Ashfi Bagindo Pakiah, Buya Yunal Isra, dan Buya Rahmat Ilahi. Secara keseluruhan. jumlah peserta sektiar 90 orang. 

Kegiatan suluk di Surau Nour Rahmani

Mengikuti arahan guru mursyid, setiap individu wajib memperbaharui niat bersuluk, yaitu dalam rangka mengikuti Rasulullah Saw. secara lahir dan batin. Setelah itu peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang telah ditentukan. Selama suluk. peserta wajib melaksanakan shalat lima waktu berjamaah, kecuali bagi yang uzur. Peserta juga berlatih untuk senantiasa menjaga shalat sunnah rawatib, witir, taubat, dan hajat. Setelah melaksanakan shalat Ashar, peserta mengikuti kagiatan ta’lim yang bersama guru pembimbing di surau masing-masing.

Kegiatan suluk di Surau Nour Ahmadi

Bakti Sosial; Muharram Berbagi Paket Sembako

Sebagai salah satu bentuk khidmat kepada umat, RNH membuka kesempatan bagi Sahabath yang ingin berbagi untuk ikut serta dalam kegiatan Muharram Berbagi. Donasi Sahabath kemudian disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk paket sembako.

Paket sembako yang dikumpulkan kemudian dibagikan pada masyarakat yang membutuhkan, khususnya yang berdomisili di sekitar Surau Nour Muhammadi Buaran dan Surau Nour Rahmani Jatikramat.

Kajian Martabat 7 sebagai Penutup Program Suluk Muharram

Keseluruhan program Suluk Muharram ditutup dengan kajian Martabat Tujuh. Abuya Arrazy Hasyim menjadi pengisi kajian yang berlangsung pada Ahad malam, 11 Muharram 1447H. Para muallim RNH; Buya Ashfi Bagindo Pakiah, Lora Ali Wafa, dan Buya Yunal isra turut menemani beliau di atas panggung. Dalam kajian ini, Abuya memilih kitab Tuhfah al-Mursalah ila Ruhi an-Nabiy Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam karya Syekh Muhammad ibn Fadhl Allah Al-Burhanfuuriy sebagai pedoman pembahasan.

Di antara poin-poin kajian yang Abuya sampaikan adalah bahwasanya Allah mempunyai dua hubungan antara Dia dan hamba-Nya, yaitu hubungan penciptaan dan hubungan kerahasiaan yang disampaikan kalam bahasa Al-Qur’an sebagai amr. hubungan kerahasiaan ini bersifat tidak terbatas. Namun, para ulama kemudian menyederhanakannya dalam 7 tingkat kerahasiaan yang disebut dengan “Martabat 7”.

Selain kajian, kegiatan juga diselingi peletakan batu pembangunan dan pemaparan ground-breaking Surau Nour Muhammadi. Peletakan batu pembangunan ini menandai akan dimulainya kegiatan konstruksi untuk pembangunan Surau ke depannya.

Penutupan program Suluk Muharram malam ini juga diiringi dengan peluncuran logo baru RNH. Peluncuran dipimpin langsung oleh Abuya Dr. Arrazy Hasyim, MA.Hum sebagai pembina Yayasan RNH.

Tags

Bagikan

Sign Up Newsletter

Dapatkan informasi, berita dan konten terbaru RNH hanya untuk Sahabth, di sini

Terkait

Join our newsletter and get 20% discount
Promotion nulla vitae elit libero a pharetra augue