17 Desember 2025 03:46

Memupuk Cinta Rasul Saw dalam Suluk Shalawat hingga Bincang Maulid

Cetak
Bincang Maulid

Rabiul Awal telah tiba. Bulan di mana Sang Baginda akhirnya diutus ke dunia dan menjadi rahmat bagi semesta. Seluruh alam menyambutnya dengan gegap gempita. Tentu tak berlebihan rasanya menyebut Rabiul Awal adalah bulannya Sang Baginda Nabi Muhammad Saw.

Bulan Rabiul Awal dirayakan dengan ber-Maulid di berbagai belahan dunia, termasuk Nusantara, khususnya RNH. Kali ini, panitia di bawah bimbingan Dewan Irsyad mengusung agenda suluk shalawat/suluk maulid, pentas seni, kajian kitab khusus akhwat dan bincang seputar maulid. Semuanya tak lain adalah dalam rangka memupuk cinta kepada Sang Kekasih, Nabi Muhammad Saw.

Suluk Shalawat dan Kajian Khusus Akhwat

Suluk Akhwat di Surau Nour Rahmani Jatikramat
Agenda Suluk Ikhwan di Surau Nour Ahmadi Ciputat

Agenda suluk shalawat diadakan selama tiga hari, dimulai dari hari Kamis, 4 September hingga 6 September 2025. Untuk efektivitas lokasi dan menampung semua jamaah suluk, agenda ini diadakan di dua surau. Jamaah ikhwan mengikuti suluk Surau Nour Ahmadi Ciputat dan jamaah akhwat mengikuti suluk di Surau Nour Rahmani Jatikramat. Jamaah mengikuti arahan riyadhah yang diberikan oleh para guru.

Pada hari Sabtu, 6 September 2025, agenda dilanjutkan dengan kajian kitab khusus akhwat di surau Nour Muhammadi. Ummi Eli Ermawati sebagai narasumber menggunakan kitab Nawadir al-Ushul fi Ma’rifah al-Rasul sebagai rujukan kajian. Kitab ini ditulis oleh Imam Al-Hakim Al-Tirmidzi, sufi muhaddits (periwayat hadis) yang juga menulis kitab Khatm al-Auliya. Sebelumnya, kajian dibuka dengan Maulidan.

Kajian Kitab Khusus Akhwat di Surau Nour Muhammadi

Pentas Seni dan Bincang Seputar Maulid Bersama Para Mu’allim

Setelah kajian khusus ummahat, acara dilanjutkan di malam hari. Acara dibuka dengan pembacaan maulid. Selanjutnya, pentas seni cinta Rasul Saw. menampilkan beberapa pertunjukan, di antaranya adalah shalawat anak-anak dan pembacaan puisi.

Pukul 22.00, agenda bincang seputar maulid diadakan. Para mu’allim RNH; Abuya Arrazy Hasyim, Buya Zul Ashfi Bagindo Pakiah, Buya Aldomi Putra, Buya Yunal Isra, Lora Ali Wafa, Buya Rahmat Ilahi, dan Buya Mursal Tanjung menjadi narasumber utama dalam bincang ini. Abuya Arrazy Hasyim mengangkat tajuk “al-Anwar al-Muhammadiyyah” sebagai tema bincang. 

Al-Anwar al-Muhammadiyyah adalah kumpulan ilmu tentang Nabi Muhammad Saw. Abuya Arrazy Hasyim membagi ilmu ini ke dalam tujuh cabang ilmu; Sirah Nabawiyah, Khashaish Nabawiyyah, Fadhail Nabawiyyah, Dalail Nabawiyyah, Manaqib Nabawiyyah, Syamail Muhammadiyyah, dan Haqaiq Muhammadiyyah. Selanjutnya, para mu’allim menjelaskan masing-masing cabang ilmu.

Jamaah menyimak Bincang Seputar Maulid bersama para Muallim.

Jamaah mendengarkan penjelasan yang menggugah dari para guru dengan khidmat. Nasihat-nasihat para guru mengingatkan kita kembali, bahwa Nabi Muhammad Saw bukanlah manusia biasa, bahkan beliau adalah penghulu 124.000 nabi dan 313 rasul.

Dalam perbincangan, Buya Yunal Isra berpesan, “Apabila kita belum lagi bisa mencintai Nabi Muhammad Saw dengan tulus dan tanpa syarat, maka kenalilah beliau lewat wasilah ilmu-ilmu dalam Al-Anwar Al-Muhammadiyyah ini. Hingga tiba saatnya kita dapat mencintai Nabi Saw tanpa perlu pertimbangan logika, tetapi hanya karena beliau memang sudah semestinya dicintai.”

Melalui momen agenda maulid ini, kita kembali diingatkan untuk tidak bermaulid hanya pada momen tertentu, tetapi bermaulidlah sepanjang waktu dengan senantiasa menyadari setiap perbuatan kita, “Apakah Rasulullah Saw senang jika aku melakukan ini?”

Tags

Bagikan

Sign Up Newsletter

Dapatkan informasi, berita dan konten terbaru RNH hanya untuk Sahabth, di sini

Terkait

Join our newsletter and get 20% discount
Promotion nulla vitae elit libero a pharetra augue