RNH News— Tahun ini, Ribath Nouraniyyah Hasyimiyyah kembali mengadakan program suluk i’tikaf Ramadhan. Program berlangsung sepuluh hari, dari 19-28 Ramadhan 1446H. Suluk Ramadhan dilangsungkan di tiga surau, yaitu Surau Nur Muthmainnah, Surau Nurul Haq, dan Surau Ridha Ilahi.
Program suluk Ramadhan 1446H diikuti 132 peserta. Para mu’allim pembimbing suluk di masing-masing surau yaitu:
- Abuya Arrazy Hasyim, Abuya Aldomi Putra, Buya Yunal Isra dan Lora Ali Wafa membimbing suluk di Surau Nur Muthmainnah.
- Abuya Kasril, Guru Mursyid Abuya Arrazy Hasyim, dan Abuya Ashfi Bagindo Pakiah membimbing suluk di Surau Ridha Ilahi.
- Buya Dedi, Guru Abuya Arrazy Hasyim, membimbing suluk di Surau Nurul Haq.
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, program suluk Ramadhan RNH mempunyai agenda khas, yaitu kajian setelah shalat Ashar menjelang waktu berbuka. Bedanya, tahun ini kajian diadakan di semua surau setiap harinya.
Pertama, Abuya Aldomi Putra dan Abuya Arrazy Hasyim mengkaji kitab Jami’ al-Ushul fi al-Auliya’ karya Syekh Ahmad al-Naqsyabandi al-Khalidi di Surau Nur Muthmainnah. Kedua, Abuya Ashfi Bagindo Pakiah mengkaji kitab Fadhail al-A’mal karya Maulana Muhammad Zakariyya al-Kandahlawi di Surau Ridha Ilahi. Adapun Buya Yunal Isra dan Lora Ali Wafa mengkaji kitab Tanbih al-Mughtarrin karya Imam ‘Abdul Wahhab al-Sya’rani di Surau Nurul Haq.
Suluk merupakan momen menyisihkan diri dari kesibukan dunia secara total untuk fokus bertawajjuh, menghadapkan diri kepada Allah. Di bawah bimbingan para guru, peserta suluk mengikuti kurikulum zikir yang diberikan.
Program suluk sepuluh hari juga salah satu usaha meneladani Baginda Nabi Muhammad Saw. Beliau senantiasa merutinkan beri’tikaf Ramadhan, minimal 10 hari terakhir sepanjang hidup beliau.


