Agenda Suluk 1447H: Instalasi Rawat Qalbu Selama Ramadhan

Cetak
Suluk rnh 1447H

Tahun ini, Ribath Nouraniyyah Hasyimiyyah di bawah bimbingan Hai’ah Al-Irsyad kembali melangsungkan program suluk 10 hari terakhir Ramadhan 1447H. Sebagaimana tahun sebelumnya, suluk diadakan di tiga surau, yaitu Surau Ridho Ilahi, Surau Nur Muthmainnah dan Surau Nurul Haq.

Agenda suluk dibimbing langsung oleh para muallim RNH: Abuya Arrazy Hasyim, Abuya Aldomi Putra, Abuya Ashfi Bagindo Pakiah, Buya Yunal Isra, Lora Ali Wafa, Buya Rahmat Ilahi, Buya Dedi serta guru mursyid Abuya Arrazy Hasyim yaitu Buya Kasril.

Muallim pembimbing suluk
Muallim pembimbing suluk

Kegiatan suluk berlangsung selama 10 hari, dimulai dari 9 Maret hingga 19 Maret 2026. Alhamdulillah, kurang lebih 166 orang jamaah dari Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam mengikuti kegiatan suluk dengan penuh khidmat dan kesungguhan. Tidak hanya dari kalangan dewasa, agenda suluk juga diikuti oleh anak-anak dan remaja usia 10-17 tahun.

Sebagaimana tubuh yang perlu diobati jika sakit, qalbu yang sakit pun perlu mendapatkan penanganan. Suluk adalah serangkaian proses perawatan terhadap qalbu yang telah terpapar berbagai noda maksiat dan suul adab selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun belakangan. Semua datang untuk tujuan yang sama, mengobati hati, menempa jiwa, melatih raga yang telah lama terlena dari mengingat-Nya.

Suluk sebagai Implementasi Trilogi RNH

Tanpa meninggalkan trilogi al-‘Ilm, al-Dzikr dan al-Khidmah, agenda suluk tetap merutinkan kegiatan ta’lim wa ta’allum (kajian) setelah shalat Ashar berjamaah. Kajian di Surau Nur Muthmainnah diampu oleh Abuya Arrazy Hasyim dan Abuya Aldomi Putra. Adapun kajian di Surau Ridho Ilahi diampu oleh Buya Yunal Isra. Sejumlah jamaah berpartisipasi sebagai tim khidmah yang menyediakan kebutuhan jamaah suluk.

Kajian suluk rnh
Kajian suluk rnh

Dalam 10 hari suluk, para guru mursyid mengajak jamaah berziarah ke makam guru mursyid yang menjadi jalur ketersambungan sanad thariqah. Jamaah mengikuti kegiatan ziarah sesuai arahan para muallim.

Ziarah makam guru mursyid naqsyabandiyah
Ziarah makam guru mursyid naqsyabandiyah

Suluk menjadi agenda yang selalu ditunggu-tunggu oleh jamaah. Berdasarkan beberapa kesaksian, jamaah merasakan kesedihan saat agenda suluk khalwat ramadhan berakhir dan ingin mengikutinya kembali di tahun yang akan datang, insyaAllah jika diberi umur panjang.

Sesuai tujuannya, amalan ramadhan terutama puasa diharapkan membawa kita menuju derajat taqwa. Bertaqwa yang diantaranya bermakna peka akan Rabbnya, kenal apa yang Dia suka dan yang tidak Dia suka dan berusaha senantiasa melakukan apa yang Dia ridhai.

Selesainya agenda suluk hendaknya bukan akhir dari berzikir dan mendekatkan diri, tetapi menjadi awal dari semangat ber-‘ubudiyah dan bermakrifat kepada-Nya.

RNH mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas khidmah seluruh muallim, jamaah, donatur dan tim khidmah sehingga agenda suluk ramadhan 1447H dapat berjalan dengan lancar hingga akhir. Semoga kita semua dapat bertemu kembali.

Tags

Bagikan

Sign Up Newsletter

Dapatkan informasi, berita dan konten terbaru RNH hanya untuk Sahabth, di sini

Terkait

Join our newsletter and get 20% discount
Promotion nulla vitae elit libero a pharetra augue