Jerit Luka Keakuan

Jerit Luka Keakuan

Cetak

Aku melukai diri sendiri
Dengan anganku yang mengawan
Dengan fahamku yang melawan
Dengan hatiku yang penuh tuntutan

Jatuh lagi, terluka lagi
Nganga luka itu semakin dalam
Sudah tidak lagi berdarah bahkan bernanah
Terjal rasanya jalan yang ditempuh

Hanya kesendirian yang membarsamai
Air mata pun ikut mewarnai
Senyum terkembang menghiasi
Diam yang dalam meliputi

Bertahan dengan Agung-Mu
Merintih pada kasih-Mu
Menunduk pada Kuasa-Mu
Begitu akuku

Hina ini, dosa ini, bodoh ini
Kemana harus berlari
Kemana harus bersembunyi
Bagaimana untuk dibasuhi

Pada Sang Waktu
Yang mengasuh dan mengasah
Meliputi segala sejati diri
Buta, tuli dan bisu ini
Kutitipkan pada kasi-Mu

Tidak mampu jeritku
Begitu lemah, bodoh dan hina
Pad-Mu Wahai Sang Indah
Kuserahkan diri ini

Begitu akuku
Bagaimana aku ini
Sedangkan segala adalah Sang Aku sejati
Adakah aku ini?

Bagaimana mengaku sedang diri tiada
Sedang kuasa tiada
Ampun wahai Aku
Merampas batas teritoril-Mu
Merenggut Indah-Mu
Mengakusisi Aku-Mu

Sirva Zarana

Bagikan

Sign Up Newsletter

Dapatkan informasi, berita dan konten terbaru RNH hanya untuk Sahabth, di sini

Syair Lainnya

Oleh: Sirva Zarana

Join our newsletter and get 20% discount
Promotion nulla vitae elit libero a pharetra augue