Buta diri ini memandang indahMu
Begitu Tuli untuk menangkap isyaratMu
Sangat Bodoh untuk mengenaliMu
Lalai yang terus melingkup diri
Tertatih, terjatuh bahkan terjerembab
Lakuku, tuturku begitu hina
Akuku mencintaiMu dan MerinduiMu
Akuku hanya ingin denganMu
Namun…
Siangku tanpaMu
Malamku pun kututup dengan nafsu
Dimanakah diri yang mengaku rindu
Duhai Baginda
Sudikah Engkau memelukku
Enggankah Engkau mencintai dan merinduiku
Menemuiku dalam setiap helaan nafas
Bolehkah aku dibersamaimu
Mungkinkah aku membersamaiMu
Dalam setiap kedip mata, degup jantung
Pada nafas panjang dan aliran darah
Aku ingin bersamamu selalu
Dalam pandanganMu
Dalam pelukMu
Dengan ketidapantasanku aku memohon
Duhai purnama
Sudikah genggam erat hina diri ini
Rengkuh penuh bodoh ini
Tenggelam dalam IndahMu
Hilang lenyap pada AgungMu


