Pada keramaian yang sunyi
Dalam kesunyian yang gaduh
Pada terang yang merindukan gulita
Dan pada gulita yang memuja cahaya
Sedu sedan yang tertahan dalam diam
Jeritanku berharap terdengar
Rintihanku terus mendayu
Deraian air mata pun ikut merayu
Aku tidak memiliki apa
Juga tidak mempunyai siapa
Suka duka berusaha Kusambut dengan tawa
Menertawakan diri yang terus kalah dan salah
Aku siapa dan aku apa
Hanya rindu ini obatnya
Sedangkan rindu ini bukan milikku
Begitupun aku bukanlah aku
Miliknya Sang Baginda
Anugerah-Nya melalui Sang Purnama
Kemana diri ini pergi tanpa rindu ini
Bagaimana obatnya bila tanpa rindu ini
Izinkanlah duhai Rabbi
Pantaskanlah ya Maliki
MencintaiMu, mencintai kekasihMu
Dalam CintaMu dan dalam RinduMu
Hingga tiada aku
Hanya Engkau dan ke Akuan-Mu
Tanpa inginku hanya ingin-Mu
Tanpa aku hanya Aku-Mu
-Sirva Zarana


